La Tahzan - Rekomendasi Bacaan Saat Sedang Super Sedih Sekali Very Much

8:22:00 PM labollatorium 0 Comments

La Tahzan Jangan Bersedih! - Rekomendasi Buku Motivasi Best Seller Bacaan Saat Sedang Super Sedih Sekali Very Much

Selama kita hidup, pasti pernah merasakan yang namanya kesedihan level super sedih sekali very much. Mulai dari rerumputan di Oro Oro Ombo sampai ke butiran debu di planet Mars pasti paham banget kalau rasa sedih itu bukanlah rasa bahagia. But, La Tahzan - jangan bersedih!


Iya, kalau menurut KBBI, sedih itu adalah merasa sangat pilu dalam hati. Sementara Wikipedia menyatakan bahwa kesedihan adalah suatu emosi yang ditandai oleh perasaan tidak beruntung, kehilangan, dan ketidakberdayaan, dimana menangis adalah salah satu indikasi dari kesedihan itu sendiri.

Sebagai remaja ceria, kesedihan yang saya alami sangat mudah ter-notice oleh orang-orang di sekeliling saya. Biasanya saya adalah remaja aktif yang membuat suasana terasa hidup, tapi ketika saya sedih, tindak-tanduk saya mendadak (agak) kalem (dikit) namun diliputi aura kelam temaram. Biasanya saya senang bercanda 15 menit sekali, tapi ketika saya sedih, bisa-bisa seharian saya silent dan hanya bergeming ketika ada yang menegur saja & saya juga hanya tertawa kalau memang ada orang lain yang melontarkan candaan saja. Biasanya saya optimis dan positif, tapi ketika saya sedih, kadar optimis dan positif saya menjadi anjlok. Biasanya tak pakai minyak wangi, biasanya tak suka begitu, solali lali, ola ola la. NAON SIH! :’))

I hate my self when I’m sad! Sebagai remaja ceria, jujur saya pun sangat super nggak suka sekali very much ketika diri saya sedang dilanda kesedihan. Biasanya saya melakukan cara ini agar saya bisa mengikis kesedihan yang saya alami:

1. Secara Ukhrawi

Berserah diri kepada Tuhan Yang Maha (Kece) Segalanya. Bukan berserah diri kepada lalaki kasep dengan paras mirip Omar Borkan Al Gala sang model internasional, bukan juga berserah diri kepada pelukan lalaki dengan body seperti juara L-Men of the year loh ya! BUKAN! Biasanya saya curhatin semuanya ke Dia Yang Maha Penghilang Kesedihan, literally segalnya dari A sampe Z - sampe nggak tau mau ngomong apa lagi - sampe tinggal air mata yang terus keluar tiada henti aja yang bisa berbicara.

2. Secara Duniawi

Pas lagi sad, saya juga suka curhat sama temen terpilih dan curhat ke my lovely mom. Thanks guise, thanks mom, udah nyediain waktu, nyediain telinga, nyediain kuota, bahkan kadang ngasih pelukan dalam rangka nanggepin curhatan saya yang nggak kelar-kelar kek drama Uttaran. :* Selain curhat, saya juga coba mengikis kesedihan dengan nge-blog atau baca buku-buku yang memberikan motivasi. Salah satu bacaan favorit saya saat sedang super sedih sekali very much adalah buku La Tahzan - Jangan Bersedih! Jadi kalo saya lagi anteng, kalo nggak sedang nge-blog, ya paling sedang baca buku. :)

Buku La Tahzan yang ditulis oleh Dr. ‘Aidh al-Qarni ini beneran mood booster banget! Soalnya buku ini memberikan penjelasan yang berhubungan dengan apa yang tertera dalam Al-Qur-an dan Sunnah alias kental dengan nuansa rabbani, namun tak mengesampingkan sisi-sisi duniawi. Jadinya buku ini bukan hanya menjadi perantara untuk mencerahkan dan membersihkan hati, tapi juga menjadi terapi penyadaran diri agar lebih bersyukur dan berfikir lebih positif terhadap kejadian yang sedang kita alami dan bukannya malah tenggelam juga berlarut-larut dalam kesedihan. No wonder, kalo buku ini tuh jadi buku best seller!

Buku setebal 568 halaman yang diterbitkan oleh Qisthi Press ini memiliki poin-poin yang relate banget dengan keseharian, sampe-sampe saya punya best practice ala saya dalam mengaplikasikan apa yang tercantum dalam buku tersebut:

1. ISI WAKTU LUANG DENGAN BERBUAT

"Bila pada suatu hari Anda mendapatkan diri Anda menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah dan cemas! Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran Anda akan menerawang kemana-mana: mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu Anda alami.", (halaman 14).

Best practice:
Banyakin kegiatan bermanfaat misal baca buku atau beribadah atau sekalian aja kerja dan bikin karya. Buat saya pribadi, best practice paling manjur untuk poin ini adalah dengan ngurangin rebahan sambil buka sosmed apalagi sosmed yang isi feed-nya: Foto liburan, check! Foto naik mobil baru, check! Foto bareng hubby, check! Foto bareng baby, check! Foto liburan naik mobil baru bareng hubby & bareng baby, check!. Intinya, hindari hal-hal yang berpotensi membuat kita merasa cemas sehingga membuat kita menjadi kurang bersyukur. Gitu.

2. HADAPI HIDUP INI APA ADANYA

"Jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan larut dalam khayalan. Dan jangan pernah menerawang ke alam imajinasi. Hadapi kehidupan ini apa adanya, kendalikan jiwa Anda untuk dapat menerima dan menikmatinya!", (halaman 32).

Best practice:
Saya sangat menghindari untuk nonton film atau serial bergenre drama percintaan apalagi yang pemeran utamanya adalah perempuan dengan keadaan yang nggak banget terus happy ending sama pemeran pria yang ganteng tajir baik tanpa cela. NO! Walaupun kisah seperti itu mungkin saja terjadi, tapi menyaksikannya malah membuat saya jadi manusia yang nggak realistis.

3. JANGAN BERSEDIH MENGHADAPI KRITIKAN DAN HINAAN

"Sesungguhnya, Anda akan mendapatkan pahala dikarenakan kesabaran Anda menghadapi kritikan dan cercaan itu. Dan kritikan mereka itu pada dasarnya pertanda bahwa Anda memiliki harga dan derajat. Anda tidak akan pernah dapat membungkam mulut manusia untuk tidak melakukan pelecehan terhadap kehormatan Anda, Meski demikian Anda dapat melakukan kebaikan dan menghindari perkataan dan kritikan mereka.", (halaman 101 - 102).

Best practice:
Kalo kata sodara-sodaranya-sodara-sodaranya-sodara-tetangganya Sherlock Holmes, manusia hidup di dunia mau bener atau salah ada aja yang nggak suka sama kita - mau bener atau salah pasti dikomenin. Malah kadang ketidaksukaanya pada kita dibumbuin terus disebar-sebarin. Kesel nggak sih? Mayan kesel sih! Bikin pengen holiday ke Wakanda, forever! Tapi rasanya sayang banget buang energi buat kesel sama tipe orang(-orang) kaya gitu, jadi cuma ada 1 cara untuk mengatasinya, yaitu BOMAT alias BOdo aMAT! Selama apa yang kita lakukan adalah hal yang benar dan memang bertujuan untuk kebaikan, kenapa harus mikirin omongan orang. Berterima kasihlah kepada mereka yang sudah mengkritik kita, jadikan kritikan tersebut untuk lebih memperbaiki diri. Tapi buat kritik yang nggak bener, biar aja waktu yang menjawabnya, dan biar aja Tuhan yang membalasnya. AHZEK!

Yang bikin saya suka (lagi), buku La Tahzan berkali-kali mengingatkan saya tentang pentingnya untuk bersabar. Seperti postingan tentang Ujian Kesabaran di blog ini dengan kutipan tentang kesabaran dari AA GYM didalamnya, yaitu: “sabar itu ilmu tingkat tinggi, belajarnya setiap hari, latihannya setiap saat, dan ujiannya selalu mendadak.”. Malu dong, masa saya bisa nulis tentang kesabaran, tapi ngelakuinnya nggak bisa? Hhhhh~

“Jangan sedih terus ya kamu... Semua ini pasti ada hikmahnya dan kamu pasti bisa melalui semua ini... Jangan lupa bersyukur, dan tetap jagalah hati - jangan kau nodai...” - monolog. Kalo kata om-omnya-om-omnya-om-asistennya Zayn Malik mah: “sadness is a new start of happiness.”. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa mungkin memang kesedihan itu dihadirkan untuk menempa pribadi kita - untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi tentunya. Kita yang pilih, mau ditempa jadi abon atau mau ditempa jadi diamond? :’))

Sekiranya demikianlah resensi yang nggak resensi-resensi amat tentang buku La Tahzan - Jangan bersedih! ini. Pokonya buku La Tahzan ini sangat saya rekomendasikan sebagai bacaan saat kamu sedang merasa super sedih sekali very much lah! Segini dulu postingan kali ini ya... Ciao~

Love,
Nola.

You Might Also Love

0 comments: