Talent Coordinator [Part 1]

3:53:00 AM labollatorium 2 Comments


Kalian pasti pernah liat para 'bintang' ketika kalian nonton film, sinetron, ftv, video clip atau pertunjukan musik?
Kalian pasti pernah liat para model ketika kalian liat iklan/tvc, atau ketika kalian killing time sambil baca-baca majalah mahal yang kantor pusatnya ada di ibu kota?
Apa? Kenapa? Benci sama sinetron? Meskipun kamu benci setengah mati sama yang namanya sinetron, tapi pasti pernah dong ya liat barang sekedip dua kedip aja para 'bintang' dan model yang gwuanteng dan cwuantik wuarbiyasak itu? Hayo ngaku!

Tenang! Hari ini saya nggak akan ngebahas sinetron atau ftv kok! Justru yang bakal saya bahas di postingan Talent Coordinator kali ini adalah tentang orang dibalik suatu proses produksi film, sinetron, ftv, dll., yang notabene adalah salah satu pengalaman kerja saya di bidang entertainment.

Mungkin buat kalian yang temenan sama saya di linkedin, tau kali ya salah satu pengalaman kerja saya di bidang entertainment itu apa.
Talent Coordinator [Part 1] CV
kalo dibikin timeline gini, pengalaman kerja banyak juga yak!

Yess!! Kebanyakan orang kalo ngomongin kerja di dunia entertainment pasti langsung nyebut jabatan-jabatan yang kastanya paling tinggi. Artis, manager artis, sutradara, produser, penulis skrip udah pasti disebut. Atau secara umum orang lebih kenal sama jabatan tukang kamera, bagian art, bagian kostum, dan tukang make-up. Umum banget deh semua jabatan yang saya sebutin itu. Tapi sebenernya di dunia entertainment itu ada banyak banget job desc lho! Misalnya line producer, asisten sutradara, script contuinity dan salah satunya adalah talent coordinator. Nahhh, yang bakal saya bahas di postingan kali ini adalah pengalaman kerja saya sebagai seorang talent coordinator di salah satu kantor artist management di Jakarta.

Talent Coordinator [Part 1] Kartu Nama
jadi nama beken saya itu 'olla', makannya blog ini juga namanya lab'olla'torium #abaikan

Apa dan siapa sih talent coordinator itu?
Yayaya.. Bekerja sebagai seorang talent coordinator adalah salah satu pekerjaan saya yang undescribable -ketika dijelaskan kepada orang awam-. Tiap ada temen yang nanya : "Nol, sekarang kerja dimana, jadi apa?", well kadang agak males jawab, soalnya pertanyaan itu adalah pertanyaan pendek yang jawabannya akan sangat tidak pendek sekali!

Talent coordinator, sesuai dengan namanya, adalah suatu jenis pekerjaan yang main jobnya adalah mengkoordinir para talent. Yaiyaaalaaah, tukang kamus juga ngarti! Sabar.. Sebenarnya seorang talent coordinator hampir mirip dengan manager artis, bedanya seorang talent coordinator nggak bisa langsung nego masalah harga dan ngambil keputusan suatu job yang ditawarkan oleh PH (PH = Production House alias Rumah Produksi, red.) itu diambil atau enggak. Seorang talent coordinator yang bekerja dan mengabdi di artist management seperti pada pekerjaan saya ini, pekerjaan intinya selain berhubungan erat dengan schedule dan urusan administrasi si talent, juga banyak banget berhubungan dengan talent coordinator dari PH , asisten sutradara, casting manager dan kadang, lebih dari sekali.....orang tua, pacar, bahkan supir dan pembantu si talent.

“Wiiiiiii. Asyik dong, bisa deket-deket sama artis dan tau kehidupan pribadinya!”

Ya, itu yang sering orang awam pikirkan. Tapi mendingan baca tulisan ini sampe selesai deh, mungkin kamu akan berubah pikiran.. 

Jadi sebagai talent coordinator yang kerja di artist management itu detil kerjaannya gimana?
Oke, teteh olla nan imut jumawa akan jelaskan kepada kalian yang mungkin mulai penasaran ya.. Elap dulu dong ilernya.. Hahaha.. Simak yaa..

1. Talent coordinator itu nggak hanya megang satu talent, tapi biasanya megang bisa sampai lebih dari 5 orang talent (pada jabatan saya pada saat itu, red.).
Selain saya, di tempat kerja saya dulu ada 3 orang talent coordinator, 2 talent coordinator lainnya 'ngasuh' sekitar 10 talent juga, dengan tingkat kerumitannya tiap talent yang berbeda-beda tentunya. Kalo lagi super hectic, kita juga biasa saling back-up. Kebetulan waktu saya kerja dulu saya megang 10 talent -5 orang talent cewek & 5 orang talent cowok- dan 1 band -pada waktu itu beranggotakan 5 orang personil-. Hebat ya? Pasti! Kenapa saya bilang pasti? Karena ngatur manusia itu nggak segampang ngatur sendal yang berantakan di depan mesjid. Para talent punya karakter, jenis kelamin, dan daerah asal bahkan negara yang beda-beda. Jadi saya harus pinter-pinter menyerap perintah atasan saya untuk saya sampaikan kepada tiap-tiap talent, sekaligus mengarahkan para talent tersebut supaya mereka mau nurut, nggak pake ada acara slek dan win win solution lah pokonya! Ribet ya? Iya.
Talent Coordinator [Part 1] Artist Asuhan
beberapa dari talent di foto ini sudah pindah management, ganteng-ganteng ya? #salahfokus

2. Talent coordinator bertugas ngatur jadwal atau istilah kerennya schedulling.
Mulai dari jadwal shooting, casting, pemotretan, jumpa fans, dan konferensi pers. Semua jadwal kerjaan nggak boleh ada yang bentrok satu sama lain apalagi bentrok sama jadwal pribadi si talent, misalnya jadwal liburan, sekolah, pacaran, dugem bahkan jadwal nyalon sekalipun. Talent adalah raja! Itu sebabnya seorang talent coordinator mau nggak mau jadi deket dengan kehidupan pribadi sang talent, soalnya kalau sampe jadwal kerjaan bentrok sama jadwal pribadi, bisa-bisa terjadi chaos di lokasi shooting yang berakibat pada terancamnya kontrak kerja antara PH dengan sang artis! Bok, ribet ye! Hahaha..
semua schedule harus tercatat dengan rapi dan lengkap, sampe nama unit juga harus dicatet! soalnya crew itu banyak banget!

3. Berhubungan dengan tugas nomer 2 di atas, seorang talent coordinator mau nggak mau jadi deket dengan kehidupan pribadi sang artis atau sang talent.
Iyah banget seorang talent coordinator memiliki kedekatan dengan sang talent yang 'diasuh' nya, misalnya..
Masalah Cinta..
“Mbak Olla, aku kemaren abis nonton sama si similikiti (similikiti = nama disamarkan, red.) dan malemnya kita dinner lho! Ihhhh, seneng bangeeeet!”
*padahal saya nggak nanya sih, si talentnya aja yang tiba-tiba cerita. masalah cinta ini sempet kejadian sama salah satu talent yang dapet sinetron striping dan terlibat asmara dengan lawan maennya yang notabene adalah bintang abg yang ganteng dan terkenal, tapi gossipnya si bintang abg yang ganteng dan terkenal itu ternyata gay! dwaaaaar!! well, memang kalo buat para talent, nyeritain soal asmara memang lebih aman cerita sama talent coordinator, selain biar nggak digosipin, talent coordinator biasanya lebih tau gossip seputar artis.

Masalah Sekolah..
“Mbak Olla, aku tuh besok kan ada shooting, tapi aku lagi jadwal ulangan umum, mbak bikinin surat ijinnya ya! Please..”
*kejadian sama salah satu talent yang lagi ranum-ranumnya memasuki usia 17 tahun dan sedang duduk di bangku kelas 2 SMU. orang tuanya tinggal di Madiun, dan nitipin anaknya untuk saya bimbing dan saya jagain. saking seringnya saya bikinin surat ijin, saya sampe kenal juga sama wali kelasnya. God! saya merasa tua sebelum waktunya! Hahaha.. dan sebagai imbalannya, tiap lebaran saya dapet brem dan oleh-oleh khas Madiun sebagai tanda terimakasih dari nyokap sang talent. murah banget ya gue.. :))

Masalah Kegiatan Lain-lain..
“Mbak Olla, saya mau umrah 2 minggu.. Tolong maintain ijin ke PH supaya semua scene yang ada sayanya dikejar sekarang atau gimana kek caranya, makasih ya mbak.”
*kejadian sama salah satu talent yang udah sering banget jadi bintang utama ftv dan sering banget juga dapet peran pembantu utama di sinetron stripping, yang berdampak pada melonjaknya pendapatan si talent tersebut. selain berparas ganteng maut si talent ini agamis dan sayang keluarga, tapi moodnya susah ditebak! sekarang dia udah nikah. duhh, cowok idaman banget deh jadi pengen meluk! #lho
Talent Coordinator [Part 1] ijin
akhirnya saya bikin surat ijin, meskipun.....nggak diijinin sama pihak rumah produksi!

Masalah Bahasa..
"Mba Olla, untuk casting tomorrow saya harus keliatan funky, but aku kurang understand with bahasa anak muda Indonesia, please teach me mba!"
*kejadian sama salah satu talent keturunan jerman & batak, tapi dari kecil tinggal di jerman. selain masalah bahasa, dia juga sering curhat karena dia sering dibilang chubby & dibilang actingnya masih kaku sama boss saya. walhasil saya mesti ngajarin sedikit acting supaya si talent terlihat lebih luwes dan ekspresif dan tentunya ngajarin bahasa indonesia yang baik pleus bahasa gaul yang paling funky yang paling kekinian pada masa itu.

Ribet? Banget! Sementara saya sebenernya sedang pusing sama kerjaan dan masalah saya sendiri, ya mau nggak mau harus dengerin dan penuhin semua kemauan mereka.. Resiko kerjaan deh.. Hihii..

4. Talent coordinator juga harus nyiapin segala keperluan administratif dalam pengambilan honor si talent.
Yang harus dipersiapkan ketika masa-masa honor cair misalnya salinan kontrak kerja, ktp, npwp, jumlah episode, dan jumlah scene yang diperankan oleh talent juga nggak boleh ada yang kelewat. Tiap PH ada hari-hari tertentu untuk nagih honor, itu harinya juga nggak boleh kebalik. Dulu waktu lagi gencarnya wajib npwp, saya sampe ikut ngurusin para talent buat bikin npwp, malahan ikut ngantri karena talentnya baru bisa bangun siang-siang. Dan untuk urusan jumlah scene dan episode, mau nggak mau saya juga sampe nontonin tiap sinetron dari talent-talent yang saya pegang. Kenapa? Karena pada kasus sinetron stripping a.k.a sinetron kejar tayang, sering kali talent yang kita pegang itu memenuhi callingan dari unit, tapi ternyata scene atau episode yang udah take itu malah nggak ditayangin di tv! Beuhh, kalo udah kaya gini, berabe deh ngurusinnya! Kenapa? Karena untuk talent yang sudah memasuki kasta menengah ke atas bayaran per-episode tuh tinggi banget, meskipun dalam satu episode itu ternyata hanya ada satu scene yang wajib diperankan! Saya pernah terlibat masalah kaya gini! Asli ribet, tapi sekarang jadi ngakak kalo inget! Hahaha.. Iya ngakak, saya ribet ngurusin duit orang! :))

5. Talent coordinator bertanggung jawab penuh atas sang talent selama shooting.
Selain bertanggung jawab selama shooting, talent coordinator juga bertanggung jawab penuh atas sang artis alias talent selama masa pre-production, misalnya ketika masa reading dan blocking shot. Untuk shooting tertentu, misalnya iklan atau video clip salah satu tanggung jawab dari seorang talent coordinator adalah untuk membahagiakan sang talent. Misalnya kalo talent bosen nunggu kelamaan, kita mesti dengan legowo ngasih pengertian dan ngajak ngobrol demi ngejaga mood si talent.

Well, nggak semua talent yang talent coordinator tangani mempunyai tingkat -UHUK!!- kebaikan yang sama. Mereka –seperti manusia pada umumnya– adalah makhluk yang berbeda satu sama lain. Ada talent yang begitu humble yang gak pernah minta apa-apa selama shooting. Tapi ada juga talent yang begitu “menantang” yang meminta talent coordinator untuk menyediakan segelas kopi St*rb*cks pada pukul 3 dini hari ketika sedang menjalani shooting di sebuah lokasi shooting yang bahkan sinyal gsm pun morat marit di sana. See the problem? SEE??!!

Faktor 'artis harus bahagia dan riang gembira tiada terkira' selama shooting pun menjadi salah satu tanggung jawab seorang talent coordinator yang tak kalah pentingnya. Kenapa? Karena kalo mood talent rusak, sang talent bakalan susah untuk konsentrasi ketika lagi shooting. Walhasil talent nggak bakalan deliver permainan yang keren & mumpuni yang bikin penonton terbawa dalam alur cerita. Pokonya mood talent tuh harus ok supaya bikin sutradara tercengang dan tanpa basa basi teriak 'BUNGKUS!!' (biar shooting cepet kelar gitu lho.. hahaha..). Intinya rusaknya mood talent sebisa mungkin harus dihindari. Di beberapa kasus, kalau sang talent merupakan primadona kelas kakap, bisa saja ketika dia sedang shooting langsung ngilang dan kabur entah kemana, hanya karena mood dia jelek. Ujung-ujungnya, produser bakalan datengin si talent coordinator buat ngomel-ngomel. Kemudian shooting terpaksa bubar, dan talent coordinator lah yang jadi tumbal. Dohhh~

Untungnya saya belom pernah ngalamin diomelin karena talent yang kabur gitu. TAPI!! Bukan berarti saya nggak pernah ngalamin kejadian ajaib!! Salah satu kejadian ajaib yang pernah saya alamin waktu itu adalah callingan shooting sinetron striping berjudul (kita samarkan judulnya) 'Madu Dan Racun' jam 2 siang di cibubur, dan talent yang saya pegang saya bangunin dari jam 9 pagi via telpon, tapi telpon nggak diangkat. Jam 11-an telpon saya baru diangkat. Mari kita samarkan namanya, sebut saja namanya Dadang Juned.

OSTCH = Olla Sang Talent Coordinator Handal
DJSTG = Dadang Juned Sang Talent Ganteng

OSTCH : “Dadang, kamu udah bangun? Hari ini ada callingan sinetron 'Madu Dan Racun' di cibubur jam 2 lho!”, suara agak bergetar menahan kesal karena telpon yang tak kunjung diangkat.
DJSTG : “Ok mbak Ollaaaa, aku siap-siap ya..”, menjawab sekenanya, dengan suara kasur.
OSTCH : “Ok deh Dadang, jangan telat ya, soalnya hari ini kamu ada 10 scene bareng Empud Jaelani (nama artis senior yang gampang bete kalo shooting ngaret, red.), thanks ya Dang!”, agak lega karena akhirnya telpon saya dijawab juga sama si Dadang Juned, sambil ngebayangin betapa gantengnya Dadang Juned yang baru bangun tidur.
DJSTG : "(((tut..tut..tut..tut..)))", Dadang menutup telpon.

Nggak taunya, jam 3 siang, saya ditelpon astrada sinetron 'Madu Dan Racun'! Karena apa? Karena Dadang Juned ternyata belom sampe lokasi doooong!

AAAAMMMMPUUUUUN DJ!!
DADAAAAAANG JUNEEEEEEEDDDDDD!!!

Pas saya kroscek ke si Dadang, TERNYATA DADANG JUNED BARU MANASIN MOBIL DENGAN ALASAN SEMALEM NGINEP DI RUMAH ORANG TUANYA DI CIBINONG DAN MOBILNYA TADI PAGI DIPAKE DULU SAMA NYOKAPNYA!! RRRAAAAAGGGGHHHHH!! Padahal, dibalik alasan keterlambatan ini, pasti si Dadang males bangun gara-gara malemnya dugem dan baru pulang ke rumah barengan ayam berkokok! *sigh*

Dengan muka merah padam dan suara agak parau -bagaikan-baru-menelan-durian-monthong-berikut-kulitnya- saya telpon astrada sinetron 'Madu Dan Racun' dan bilang kalau sebenernya tadi Dadang Juned mengalami accident ban mobilnya pecah di jalan tol, dan satu jam lagi saya bisa pastikan Dadang Juned sudah sampai di lokasi. Pokonya gimana caranya astrada nggak panik, dan crew + talent lain yang udah nunggu di lokasi nggak bete sama Dadang Juned yang termasyur ini. *jedukin kepala ke tembok berlin*

Gilak!! Rasanya pengen manjat monas sambil ngunyah cengek domba, terus nangis di pelukan Ariel Peterpan!! Hadudu.. Kejadian kaya gitu bukan sekali, dua kali.. Masalah talent susah bangun, masalah talent lagi nggak mood, ahh ada ada aja deh pokonya.. Talent juga manusia.. TAPI TALENT COORDINATOR JUGA MANUSIA KALEEEE!! HIH!! Waktu itu, kena semprot dan makan hati mah udah makanan sehari-hari lah, udah part of the job dari seorang talent coordinator deh! Hihii.. 

6. Talent coordinator juga kadang membantu para tim casting untuk mencari orang yang pas untuk memerankan karakter-karakter yang diperlukan.
Yess, yess yoo!! Salah satu kerjaan saya adalah nganterin dan ngedampingin talent buat menghadiri casting. Mereka yang cantik dan ganteng itu, ternyata juga sering terserang penyakit nggak PD-an lho! Pertanyaan yang sering talent lontarkan ketika casting :

“Mbak olla, rambut aku udah ok belum?”
“Mbaaaaak, aku bawa 3 baju, enaknya nanti pake baju yang mana ya?”
“Mbak olla, liatin dulu acting aku nih udah oke atau belum! JUJUR!”

Dan, diancam talent pun secara sah dan resmi menjadi salah satu part of the job para talent coordinator! Hahaha..
Talent Coordinator [Part 1] casting
catetan brief singkat untuk sebuah undangan casting

Sebelum casting, talent coordinator biasanya sudah mendapatkan brief singkat dari casting manager, misalnya jenis brand apa yang membutuhkan talent, karakter talent yang diperlukan, dan media apa yang akan digunakan oleh brand dalam pembuatan iklannya. Setiap ada jadwal casting, talent coordinator juga harus mempersiapkan beberapa foto yang sudah ada data diri si talent untuk diserahkan ke casting manager, misalnya data-data standar seperti nama, tinggi badan dan berat badan. Disini skill talent coordinator juga diuji, karena kadang di satu tempat casting, ada 5 casting yang dibuka untuk brand yang berbeda dalam waktu yang bersamaan! Nah, calon duit kan tuh! Hahaha.. Well, selain harus selalu jeli terhadap setiap peluang, seorang talent coordinator harus bisa memotivasi para talent, dan tentunya harus bisa mengarahkan, mulai dari mengarahkan acting sampai mengarahkan tata gaya & busana dari si talent.. Untunglah saya pernah mengambil kursus acting, personality growth & fashion modelling, jadi sedikit-sedikit bisa lah mengarahkan mereka.. Lha wong saya ditawarin casting juga sering kok, sayanya aja yang nolak.. Takut beken! Sumpah deh berani cantik kaya Ketty Perry!! Blelele..

7. Selain kerjaan wajib di atas, beberapa hal yang harus saya lakukan ketika saya menjadi talent coordinator adalah :
- rela weekend harus tetep kerja,
- rela sampe tengah malem selalu stand by nunggu callingan shooting dari unit,
- rela bangun pagi buta dan ikutan nunggu settingan lokasi yang lamanya ampun-ampunan,
- punya kemampuan ngeliat talent berbakat yang belom ikut management manapun (talent scout),
Talent Coordinator [Part 1] fauzi baadilah
contoh foto composit punya Fauzi Baadila, aaaaaaak!! ganteng!!

- ikut ngatur kegiatan lain-lain, misalnya pemotretan foto composit untuk disebar ke PH, pemotretan kalender yang diterbitin sama agency, persiapan acara ulang taun agency, bahkan persiapan acara buka puasa bersama yang diadakan oleh agency bersama artis dan anak yatim + ngundang pers juga untuk ngeliput.

8. Dari semua jobdesc yang nampak begitu getir, salah satu jobdesc asyik yang bisa kita nikmati sebagai talent coordinator adalah turut merasakan glamour nya kehidupan para artis.
Talent Coordinator [Part 1] event artist
undangan untuk menghadiri 'Indonesian Movie Awards', taun 2009 nih, taunnya perfilman Indonesia mulai bangkit

Yess!! Nonton premiere pemutaran film, dateng ke acara ulang tahun selebritis, after party shooting film, dan dateng ke acara award nasional itulah yang kita rasakan. Selain itu, kita juga harus selalu siap ada mendampingi para talent, mau itu acara show, pemotretan, bahkan ikutan kuis bareng si talent juga harus siap!
Talent Coordinator [Part 1] anak band
mbak olla selalu ada dan siap melayani dari hati!

Jadi sok ngartis? Nggak kok! Ngapain deh!! Pertama, sesungguhnya kehidupan artis nggak sebahagia yang kalian liat di FTV! Hahaha!! Saya bisa ngomong gini, karena saya sudah menyaksikan dengan mata kepala sendiri lho! Kedua, kita dateng ke acara-acara itu juga tetep berbalutkan bisnis dan bukan cuma sekedar haha-hihi belaka lho!

Tapi semua jobdesc, semua kekesalan, semua drama yang melibatkan berbagai chaos, semua niat buruk terhadap para talent yang “menantang” selama produksi tidak ada artinya ketika masa shooting sudah berakhir. Mendadak juga kamu akan merasa kangen dengan berbagai ke-hectic-annya. Film, sinetron, ftv, iklan, pemotretan yang sudah dipublish & ditayangkan dengan keren, bikin ilang semua rasa benci dan keinginan terpendam saya untuk nyongkel mata sang talent. Hahaha, mungkin terdengar norak dan lebay, tapi emang efeknya kacau terhadap hati dan pikiran. Itu juga sebabnya kenapa saya sampai satu tahun bertahan menjadi seorang talent coordinator.

Menjadi seorang talent coordinator, selain bisa ikut ngerasain glamournya kehidupan artis dan kepuasan batin selepas shooting atau masa produksi, ada benefit apa lagi?
Kalo di tempat kerja saya waktu itu, saya dapet banyak benefit.
- Dibayarin pulsa telpon plus dipinjemin telponnya.
- Makan siang ada catering. Jadi nggak perlu ribet & bingung cari makan siang.
- Kalo weekend ada kerjaan, dapet uang lebih. Kerja ke luar kota apalagi, lebih banget!
- Transportasi dijamin kantor. Casting, shooting, atau pulang malem ada driver yang selalu siap nganter jemput.
- Kalo sakit, tinggal reimburse.
- Kalo talent lagi ada jadwal suntik vitamin C, saya juga ikutan.
- Kadang kalo mau ada acara premiere film dadakan, saya nyalon dan beli baju juga pake biaya kantor lho! Asyik ya? Iya lah!
- Pemandangan selalu segar. Bok! Yang dipandang talent-talent ganteng lho! Hahaha!
- Kenal sama banyak orang. No! Tepatnya kenal sama bwuaaaaanyaaak bwuaanget orang!!
- Banyak belajar mengenai management, industri entertainment, dan orang-orang kreatif di belakangnya.

Selain benefit itu semua, satu hal yang nggak akan pernah bisa tergantikan adalah pengalaman. Yess!! Semua yang saya alami selama menjadi seorang talent coordinator, adalah pengalaman berharga dalam hidup saya! :)

Jadi kalau pengen jadi seorang talent coordinator syaratnya apa?

Meskipun seorang talent coordinator sepintas lebih mirip dengan seorang jongos dalam sebuah proses produksi, tapi ketahuilah sesungguhnya talent coordinator itu adalah pekerjaan yang mulia. Setelah baca uraian di atas masih mikir kalo jadi seorang talent coordinator itu simple, santai dan enak?

Nggak ada kerjaan yang simple dan enak guise!
Kalo mau agak nyantai sih dagang pulsa aja sana! Haa!!

Sebagai seorang talent coordinator kamu harus mempunyai kemampuan komunikasi, marketing, sedikit ilmu psikologi, kemampuan administratif, menguasai sedikit bahasa bencong, sedikit tampil gaya, nggak canggung ketemu banyak orang baru, mau pergi-pergian baik itu di dalam kota atau ke luar negeri sekalipun, dan tentunya punya kemampuan untuk haha-hihi dan tetap ceria dimanapun kamu berada. Tapi, lebih daripada itu semua, syarat utama menjadi seorang talent coordinator adalah harus memiliki kesabaran luar bi(n)asa dan ketelatenan ala permaisuri keraton.

Nah sekarang kalo kamu nonton, entah itu nonton film, sinetron, ftv, atau sekedar iklan sekalipun, coba pikirin lebih jauh ketika kamu abis ngeliat adegan berbahaya dan menantang yang dilakukan seorang artis, coba pikirkan apa yang terjadi dengan talent coordinator yang menangani si artis tersebut? Apa yang artis minta, dan apa yang talent coordinator lakukan? COBA BAYANGKAN!! Nggak kebayang? Ya udah deh, biarlah Tuhan dan pihak management yang tau ya.. Hahaha..

Okeeeee, segini aja dulu pembahasan tentang kerjaan saya beberapa tahun yang silam sebagai talent coordinator. Di pembahasan berikutnya –yang-nggak-tau-kapan- saya bakal bahas masih di tempat kerja yang sama, jabatan yang sama, tapi mungkin bisa dibilang lebih mirip dengan liaison officer, karena waktu itu saya ngurusin 1 band juga!

Well, semoga aja saya ada waktu buat bikin postingannya ya..

Ciao~


You Might Also Love

2 comments:

  1. Saya kepengen jadi aktor... cuma umur saya sudah 27 mau jalan 28 apa masih bisa gak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih bisa dong.. Sebenernya untuk jadi aktor itu nggak ada batasan umur, karena nggak semua karakter butuh aktor dengan usia belia.. Kalo umur kamu 28, jangan ikutan casting GGS dong, ikutlah casting untuk sinetron / film / iklan yang sesuai dengan usia dan karakter kamu.. Umur itu nggak jadi masalah kok, cukup dengan kamu punya karakter dan talent yang unik itu bisa jadi selling point untuk karir kamu.. Good luck ya! ;)

      Delete