Review Dorama - A Life: A Love

7:00:00 PM labollatorium 0 Comments

Review Dorama - A Life: A Love Takuya Kimura Japanese Drama

Streaming untuk nonton drama seri adalah sebuah ketumbenan yang hakiki bagi seorang Primanola Perdananti. Kenapa? Kecuali (kepaksa) streaming tutorial penting, saya nggak akan tuh yang namanya streaming video hiburan-hiburan di youtube, duh paling ogah soalnya in the end of the day kuota saya akan habis dengan (mohon maaf) agak kurang berfaedah. Selain itu nonton film yang nggak streaming karena dikasih file-nya sama temen aja, saya mah suka ngantuk dan sering nggak kelar nontonnya. Hahaha... Jadi, kalo sampe ada dorama yang membuat saya nonton streaming dari awal sampe tamat, itu adalah sebuah prestasi dan pastinya dorama tersebut bagus (menurut kriteria dan selera saya, red.). Yes! Karena saya baru saja tamat menonton sebuah dorama yang berjudul A Life: A Love dan karena saya belom pernah bahas satupun drama seri apalagi dorama di blog ini, makannya saya mau share review ala-ala di postingan kali ini.

Buat yang belum tau, dorama atau J-dorama adalah Serial TV Jepang yang biasanya jumlah episodenya 9 atau paling banyak tuh 11 episode dengan durasi selama 45 menit-an per episodenya. Dorama A Life: A Love ini sendiri terdiri dari 10 episode dan sebenarnya bukan dorama baru karena sudah direlease oleh TBS sejak tahun 2017 lalu. Cuman, karena saya sedang ngerasa boring dan butuh semacam spark untuk penyemangat hidup, seorang teman merekomendasikan dorama ini untuk saya tonton.

PLOT

Dorama yang berlatar rumah sakit dan kehidupan dokter bedah ini bercerita tentang Dr Okita Kazuaki (Takuya Kimura) yang merupakan seorang dokter bedah di Rumah Sakit Memorial Danjo di Jepang. Berdasarkan rekomendasi sahabatnya yaitu Dr Danjo Masao (Asano Tadanobu), Okita diizinkan oleh direktur Rumah Sakit Memorial Danjo yaitu Toranosuke Danjo (Akira Emoto) untuk meninggalkan karirnya di Jepang dan menjadi dokter bedah di Seattle.

Setelah 10 tahun berselang, hal tak terduga pun terjadi. Toranosuke Danjo dan Danjo Masao malah meminta Okita kembali ke Jepang dan menetap di Jepang, salah satu misinya adalah untuk menangani operasi tumor otak yang diderita Danjo Mifuyu (Takeuchi Yuko) yang merupakan istri dari Danjo Masao dan merupakan mantan pacar Okita yang 10 tahun lalu ia tinggal ke Seattle. Padahal operasi tumor otak seharusnya dilakukan oleh ahli bedah syaraf dan bukan dilakukan oleh Okita yang merupakan ahli bedah cardiovascular, terlebih kasus tumor otak yang diderita oleh Mifuyu adalah kasus yang rumit bahkan ahli bedah syaraf manapun di Jepang tak menyanggupi untuk menangani kasus Mifuyu. Berhasilkah Okita melakukan operasi pada otak Mifuyu tanpa mengurangi kualitas hidup Mifuyu pasca operasi? Mangkanya nonton aja doramanya... Mihihihi~

Review Dorama - A Life: A Love

Selain kisah-kisah tersebut, banyak hal yang terungkap dan banyak kisah yang diceritakan selama Okita bekerja di Rumah Sakit Memorial Danjo di Jepang sambil mencari metode yang tepat untuk mengoperasi Mifuyu. Mulai dari kisah latar belakang keluarga Okita, kisah Danjo Masao dan rekan kerjanya yang ternyata memiliki ambisi yang kurang baik untuk menjadi Direktur di Rumah Sakit Memorial Danjo, sampai kepada kisah perjuangan perawat dan para dokter bedah menganalisa dan menangani kasus demi kasus yang diterima agar mencapai operasi yang berhasil dan membuat pasien kembali pulih.

AFTERTASTE

Meskipun banyak membahas mengenai rumah sakit dan nggak sedikit pembahasan mengenai kasus bedah, tapi saya pribadi sih nggak ngerasa kalo ceritanya berat dan nggak bisa dipahami. Satu hal lagi yang paling saya suka, dorama ini bukan tentang cinta menyek-menyek berlebihan. That’s why temen saya rekomendasiin dorama A Life: A Love ini buat saya.

Review Dorama - A Life: A Love

Selama nonton dorama ini saya merasa diarahkan untuk lebih paham bahwa di balik kesuksesan karir, pasti ada proses jatuh bangun aku mengejarmu ala-ala Meggy Z. Mulai dari proses perjuangan merintis karir, bagaimana tetap profesional meskipun hati sedang carut marut bagaikan abon, bagaimana bekerjasama dengan team dan merangkul mereka untuk menjadi lebih maju, bagaimana menghadapi rekan kerja yang tidak suka kepada kita, sampai kepada bagaimana cara menyikapi tantangan yang harus kita jalani dengan kepala dingin namun pantang menyerah ala-ala D'Masiv.

Review Dorama - A Life: A Love Jangan Menyerah

Dorama ini juga menceritakan latar belakang Okita yang ternyata bukanlah siswa yang super pintar selama sekolah bahkan bukan lulusan universitas ternama, TAPI berkat ketekunannya ia bisa menjadi seorang ahli bedah yang diandalkan. SEE? Dengan tekad yang kuat kita bisa jadi apa yang kita mimpikan bahkan melampaui batasan dan hanya dengan kesungguhan kita pasti akan bisa menyelesaikan setiap masalah yang kita hadapi. Bahkan dari keputusan Okita untuk pergi ke Seattle dan meninggalkan kekasihnya Mifuyu sampai akhirnya Mifuyu malah menikah dengan Danjo Masao -sahabatnya sendiri- pun memberikan kita pelajaran bahwa keputusan yang sudah dibuat tidak berarti harus jadi sampah-sampah penyesalan. Justru kita harus tetap semangat dan bangkit. Carpe diem. Seize the day, live your life to the fullest.

Review Dorama - A Life: A Love Takuya Kimura

Hal baik lainnya yang saya dapatkan dari dorama ini adalah tentang humanity & integrity. Setiap menerima pasien Okita mencontohkannya dengan tidak pernah asal-asalan dalam memvonis penyakit pasien, dia selalu menganalisa kasus penyakit pasien sebaik-baiknya karena dia paham betul apa arti dari healthcare yang sesungguhnya. Dia pun memperlakukan semua pasien sama, mau orang kaya kek, mau orang miskin kek, di mata Okita semua pasian layak mendapatkan pelayanan terbaik sampai pulih. Beneran deh saya berharap semua dokter tuh seperti Okita integritasnya. The lessons is, apapun kerjaan kita pahamilah bidang yang kita tekuni dan selalu sertakan integritas dalam setiap langkah. Gitu.

Review Dorama - A Life: A Love Hospital Surgery

Satu hal lagi, kepribadian Okita tuh beneran wajib ditiru deh... Soalnya dia tuh nggak baperan dan nggak dendaman walaupun ternyata Danjo Masao -sahabatnya- sudah melakukan hal yang tidak menyenangkan kepadanya. Kalo saya jadi Okita sih mungkin udah ngejambak Danjo bolak balik deh saking keselnya. Hihihi... Ahh udah ah, ntar saya malah spoiler kalo cerita mulu. Pokonya mah bagus lah dorama ini teh. Sok geura nonton. Saya kasih poin 100 dari 100 poin untuk dorama ini!

Well, segini dulu aja postingan kali ini. Oh iya, gara-gara dorama ini berlatar rumah sakit saya mau nitip pesen nih... Sehubungan dengan penyebaran virus corona yang semakin meluas, saya harap kalian tidak panik dan tetap menjaga kesehatan dengan makan makanan bergizi, minum vitamin, dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan ya... Kalau nggak penting-penting amat, ga usah dulu lah ke luar rumah apalagi ke tempat yang sangat ramai. Diem aja di rumah sambil streaming dorama yang memiliki pesan moral. Be safe, guys!

Love,
Nola.

You Might Also Love

0 comments: