The Best Advice #2 - Filosofi Kopi

4:58:00 PM labollatorium 0 Comments

The Best Advice #2 - Filosofi Kopi
“Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekadar bergerak dua inci.
 Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda.”
- Dee, Filosofi Kopi : Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade.

Kalau kamu suka baca, mungkin kamu pernah baca kalimat di atas. Iya, kalimat tersebut saya kutip dari buku berjudul 'Filosofi Kopi' hasil karya dari Dewi Lestari [Dee]. Awalnya, saya pikir buku ini adalah sebuah novel atau kumpulan cerita tentang kopi, tapi ternyata kopi hanya jadi salah satu cerita di kumpulan cerita dan prosa ini. Yah jujur aja, -seperti-yang-kalian-semua-tau-bahwa-saya-ini-orangnya-jujur- jujur saya jarang baca buku lain selain buku pelajaran, selain karena saya hanya punya sedikit waktu untuk duduk santai, seringnya saya baca buku lebih karena dapet referensi dari sahabat saya. Dan jujur juga saya jarang beli buku, bahkan buku berjudul 'Filosofi Kopi' ini pun saya baca karena saya dipinjemin bukunya sama temen. Hahaha.. parah ya? Iya.

Ummm, semenjak saya bikin blog ini saya memang belom pernah review buku, dan untuk itu kali ini saya nggak akan review bukunya. Hahahaha.. Yang akan saya bahas di postingan kali ini justru adalah isi salah satu bagian dari buku Filosopi Kopi yaitu kutipan di atas dan isi dari perasaan saya. Iya, kali ini saya ingin membahas tentang menjadi berbeda.

Pernah ngerasa nggak sih kalo diri kamu itu berbeda dari yang lain, berbeda karena kamu nggak seperti yang orang bilang dengan istilah 'seharusnya'? Pernah?
Saya sering.

Well, sejatinya di dunia ini memang nggak pernah ada yang benar-benar sama juga nggak pernah ada yang benar-benar berbeda. Yang saya ketahui, ada tiga hal yang menyebabkan seseorang menjadi berbeda:

1. Keadaan
Keadaan yang pertama ini adalah keadaan yang terjadi tanpa kamu minta bahkan keadaan ini tak pernah sedikitpun terlintas di benak kamu untuk kamu jalani. Sebut saja keadaan ini dengan istilah 'peta takdir Tuhan'. Keadaan ini, sejauh yang saya alami, seringkali memicu amarah sekaligus memancing berbagai variasi pertanyaan berawalan 'kenapa'.
"Kenapa saya mesti mengalami keadaan ini?"
"Kenapa mereka memandang saya sebelah mata padahal saya sudah berusaha menjalaninya dengan sebaik mungkin?"
"Kenapa ketika saya merasa bahwa saya sudah tidak sanggup, tapi berbagai ujian malah terus berdatangan dan beban kian bertambah?"
"Kenapa rasanya semua ini tidak adil bagi saya?"
"Kenapa begini?"
"Kenapa begitu?"
"K.E.N.A.P.A?"
Keadaan yang pertama ini tak akan pernah bisa membuatmu berlari untuk menghindar, karena keadaan ini akan mengikatmu dengan simpul mati. Keadaan ini akan membuat kamu sesekali tertawa sampai mampus lalu kemudian membuat kamu menangis dan meronta karena begitu terluka. Keadaan ini semacam jebakan tanpa jalan keluar, kecuali kamu berani dan tegar untuk menghadapinya maka kamu akan bisa keluar dari keadaan busuk ini.

2. Keadaan
Keadaan yang kedua ini adalah keadaan yang kamu pilih untuk kamu jalani. Keadaan yang kedua ini bisa jadi adalah sebuah jembatan bagi kamu dalam menghadapi keadaan yang pertama tadi. Keadaan ini bisa jauh lebih menyakitkan karena menuntut komitmen kamu untuk menyelesaikan apa yang sudah kamu mulai, menyakitkan karena kamu harus melupakan luka tapi tetap membawa perih, menyakitkan karena kamu akan menjadi jauh dengan beberapa hal menyenangkan yang membuat kamu iri setengah mati, menyakitkan karena kadang kamu juga akan mendapatkan cibiran dari mereka yang tak tahu apa tujuan akhir dari apa yang kita sebut dengan 'pilihan'.
Bagaimanapun, keadaan yang kedua ini akan mengajarkan kamu untuk lebih berani memilih kemudian mendewasa dengan sukarela lewat sebuah luka.

3. Persatuan Indonesia
Ini mulai gila! Hahaha..

Kalau kita kenal baik, kamu akan tau betapa saya berbeda dengan apa yang sering kamu lihat. Kalau kita kenal baik, kamu akan tau betapa saya berbeda dengan kebanyakan orang yang kamu kenal. Kalau kita kenal baik, kamu akan tau apa penyebab saya sering menangis, dan kamu akan tau apa penyebab saya marah, berteriak lantang dan kadang sampai memberontak. Sebenarnya ke'beda'an saya bukan hanya saya yang mengalami, banyak juga yang seperti saya. Tapi ini antara saya dan kamu. Kita mungkin kenal, tapi kita tidak benar-benar saling mengenal. Hehe..

Jadi, memang hanya keadaan dan keadaan lah yang akan membuat seseorang menjadi berbeda. Tapi, seperti yang Dee bilang, jangan takut untuk menjadi beda. Memang berat, memang lelah, dan memang sering kali terasa menyakitkan. Tapi jika kamu berhasil melaluinya, ke'beda'an kamu dengan orang lain yang ada di sekitar kamu, akan menuntunmu menjadi sosok yang menginspirasi, bahkan kamu mungkin menjadi sosok tak terlupakan yang menyebabkan kepergianmu tidak akan menjadikan kamu benar-benar pergi dari hati dan pikiran mereka, dan keberadaan kamu akan menjadi momen termanis di tengah orang-orang yang pernah ada di sekitarmu. Mungkin kamu bukan orang terbaik yang pernah hidup di muka bumi ini, tapi jika kamu selalu berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik [meski kamu melakukannya untuk orang yang berperangai buruk dan sangat jahat kepadamu], kamu tidak perlu khawatir karena kebaikan itu akan kembali kepada kamu, suatu saat nanti, di tempat yang tak akan pernah kamu duga.

Demikian dari saya yang tumben kali ini hanya sedang ingin sedikit sekali bercanda..

Sekali lagi saya tekankan : "Minum yakult di kandang kuda.. Jangan takut dan beranilah meski kamu berbeda!"

Terimakasih atas perhatiannya..

Daaaaah..

You Might Also Love

0 comments: