APA SIH MAU LO?!

4:49:00 PM labollatorium 2 Comments

Apa sih mau lo?

APA SIH MAU LO?!


LO MAU APA SIH?!


MAU LO APA SIH?!


Dalam keseharian, sering kali kita jumpai ke-“APA SIH MAU LO?!”-an yang bikin heran. Misalnya:

1. Udah beli es kelapa muda buat takjil, malah pengen cendol. APA SIH MAU LO?!
2. Masuk marketplace tujuannya cuma beli sembako, malah jadi belanja skinker. Gimana bisa jadi milyuner kalo nambahin barang ke troli 2 detik sekali, terus checkout 15 menit sekali! APA SIH MAU LO?!
3. Badan capek berasa remuk kayak abon dan udah rebahan di kasur, malah streaming dorama. APA SIH MAU LO?!
4. Gwe udah jaga jarak rem mendadak, malahan dipepet-pepet sampe hampir ketabrak. APA SIH MAU LO?!
5. Setengah mati buat perhitungan, malah diacak-acak kayak scrambled eggs. APA SIH MAU LO?!
6. Udah susah-susah bangun positive vibes, malah dibikin emosi gegara disturbing behavior + omongan tajem yang lebih tajem dari piso Chef Juna. APA SIH MAU LO?!

APA SIH MAU LO?!


Apakah sebab dari munculnya segala ke-“APA SIH MAU LO?!”-an inih? Apakah ini sebuah ujian untuk wanita solehah berhati emas berlapis intan permata seperti gwe agar menjadi wanita yang lebih kuat - sekuat baja Krakatau Steel? Atau mungkinkah sebenarnya alien sudah menginvasi bumi dan semua yang kita alami saat ini adalah tanda-tanda akhir zaman? Ataukah ini hanya gangguan pada amygdala yang menyublim bersama kegundahan hati dan berakhir dengan anxiety?

ENTAHLAH, ENTAH!!


Menurut sebuah penelitian yang belum pernah dilakukan, sejatinya sebab dari munculnya segala ke-“APA SIH MAU LO?!”-an tuh masih belum bisa dipastikan. Ngomong-ngomong soal 'pasti', orang bijak sih bilangnya: “the only certainty is uncertainty”, yang jika diterjemahkan secara bebas: “satu-satunya kepastian adalah ketidakpastian”. Namun, jika kita meninjau kembali teori hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow, pada hakikatnya manusia itu memiliki 5 macam kebutuhan dasar, dimana salah satunya adalah kebutuhan akan rasa aman atau kebutuhan akan kepastian. "Aduh nggak paham, lo ngomongin apa sih Nol?" Sabar. Baca sampe selesai ya! ;)

Btw, mungkin ada dari kalian yang belum tau ya teori hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow? Sebelum melangkan ke pembahasan inti, gwe jelaskan berdasarkan kutipan dari beberapa sumber tentang teori ini ya... Teori ini tuh terdiri dari 5 hal, yaitu:

1. KEBUTUHAN FISIOLOGIS (PHYSIOLOGICAL NEEDS)

Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling dasar. Kebutuhan ini adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi karena merupakan kebutuhan yang paling kuat dan mendesak. Manusia bahkan tak akan tertarik untuk melakukan hal lain, sebelum masalah kebutuhan fisiologisnya terpenuhi.
Jadi udah ngerti ya, kenapa kalo orang yang dompetnya setipis papan karena belom gajian suka marah-marah. Jelas, karena kebutuhan fisiologisnya sedang berada di red zone!

2. KEBUTUHAN AKAN RASA AMAN (SAFETY NEEDS)

Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, maka kebutuhan akan rasa aman atau kebutuhan akan kepastian (baik fisik maupun psikis) pun akan muncul. Ketidakpastian seringkali menimbulkan kecemasan, itu pula sebabnya manusia menggunakan akal dan budi-nya untuk membuat perencanaan, baik itu rencana inti maupun rencana cadangan. Manusia pun akan selalu berupaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, agar segala perencanaannya berjalan dengan baik.
Jadi udah ngerti ya, kenapa kalo ada deadline dadakan orang jadi panik dan jadi sensian. Jelas, karena semua perencanaannya ambyar!

3. KEBUTUHAN AKAN RASA KASIH SAYANG (LOVE & BELONGING)

Setelah dua kebutuhan sebelumnya terpenuhi, barulah akan tumbuh kebutuhan yang lebih melibatkan emosi, yaitu kebutuhan akan rasa kasih sayang dan kebutuhan untuk diterima secara sosial. Kebutuhan akan rasa kasih sayang udah tau lah ya, dicintai dan mencintai, kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki gitu deh~
Jadi udah ngerti ya, kenapa banyak orang yang ngerasa dunia berakhir dan ngerasa sekarat karena cinta. Jelas, karena rasa cinta yang tak diterima dengan baik sungguh sangat menyakitkan hati anak manusia!

4. KEBUTUHAN UNTUK DIHARGAI (ESTEEM)

Tingkat ke-empat pada hierarki kebutuhan Maslow adalah kebutuhan manusia untuk dihargai. Setiap manusia pasti memiliki ego untuk dihargai. Tapi jangan sampai kebutuhan diri untuk dihargai, membuat orang lain malah merasa tidak dihargai. Kalo kata bule-bule: “When nails grow long, we cut nails not fingers. Similiarly when misunderstanding grows up, cut your ego, not your relationship.”. Udah belajar PKN semasa sekolah kan? Coba deh inget-inget lagi bab ‘SALING MENGHARGAI DAN MENGHORMATI’. Ngerasa nggak dihargai dan dihormati orang lain? Coba ngaca dulu, udah menghargai dan menghormati orang lain belom? Udah menghargai dan menghormati orang lain, tapi nggak dihargai dan nggak dihormati balik? Nggak apa-apa, Tuhan Maha Adil kok! ;) Yuk saling menghargai dan menghormati, tanpa perlu nunggu dihargai dan dihormati terlebih dulu. Membuat seseorang merasa tidak dihargai tuh bahaya loh! Bisa bikin seseorang menjadi tidak kreatif, menjadi pesimis, bahkan bisa merasa putus asa.
Jadi udah ngerti ya, kenapa kreativitas menurun dan optimism anjlok. Jelas, karena merasa tidak dihargai!

5. KEBUTUHAN UNTUK AKTUALISASI DIRI (SELF ACTUALIZATION)

Inilah kebutuhan tertinggi pada hierarki. Salah satu kebutuhan untuk aktualisasi diri adalah kebutuhan untuk mengembangkan potensi, doing what we believe what we are meant to do lah kalo bahasa kerennya mah!
Jadi udah ngerti ya, kenapa gwe ngeblog dan jadi agak sedikit lebih rajin dan sering ngeblog dari biasanya. Jelas, selain bentuk aktualisasi diri, ngeblog adalah salah satu cara untuk mengungkapkan kegelisahan perasaan! Perasaan itu bukan buat dipendem. Perasaan bukan umbi-umbian. Umbi-umbian sih enak, kalo dipendem bisa dipanen, terus diolah. Kalo perasaan dipendem, apalagi perasaan sedih, lo mau panen kesedihan, gitu? Terus kesedihan lo mau diolah jadi kolek amarah, gitu? Atau kesedihan lo mau diolah jadi dalgona air mata, gitu? Atau mungkin kesedihan lo mau diolah jadi emosional goreng tepung, gitu? Hah? Enggak kan? Sorry, sorry. Jadi ngawur gini. Hahaha~

Well, saudara-saudara sebangsa setanah air, jadi inti dari postingan kali ini adalah bahwasanya terkadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan sejatinya “APA SIH MAU LO?!” itu ada 2 jenis. Pertama, “APA SIH MAU LO?!” yang berasal dari dalam diri sendiri. Kedua, “APA SIH MAU LO?!” yang berasal dari lingkungan. Jenis “APA SIH MAU LO?!” yang pertama which is “APA SIH MAU LO?!” yang bersumber dari dalam diri sendiri, itu biasanya muncul dari pikiran sendiri dan masih bisa dibilang wajar sebenernya. Paling-paling akibatnya adalah penyesalan diri dan kekesalan terhadap diri sendiri doang.

Yang nggak wajar itu adalah “APA SIH MAU LO?!” yang berasal dari dalam diri sendiri, tapi bikin lingkungan sekitar jadi kena imbasnya sehingga menimbulkan “APA SIH MAU LO?!” jenis kedua. Inimah saran aja yah bagusnya mah kurang-kuranginlah “APA SIH MAU LO?!” yang berasal dari dalam diri sendiri tapi kemudian berimbas pada lingkungan sekitar. Geje deh! Kalau stock positive vibes gwe masih > 50%, gwe masih bisa menganggap “APA SIH MAU LO?!” jenis kedua ini sebagai penebus dosa-dosa gwe sehingga bisa menjadi ladang investasi amal untuk bekal gwe di akhirat nanti. Tapi, kalau stock positive vibes gwe udah < 10%, gwe cuma bisa bilang “APA SIH MAU LO?! NGGAK NGERTI GWE, HERAN!!” sambil bakar ban di tengah lapangan. Eh nggak jadi dibakar bannya, direbus aja biar ada kuahnya! Hahaha~

Segini aja dulu postingan kali ini. Stay at home, stay safe, stay healthy, dan jagalah hati - jangan kau nodai! Ciao~

Love,
Nola.

You Might Also Love

2 comments:

  1. Saya mah memyadari kalau saya banyak maunya ... Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... Selama tidaq merugikan orang lain mah aman Teh Uti ;)

      Delete