Ratusan Talenta Muda Digital Lulus dari Apple Developer Academy di BSD City

3:10:00 PM labollatorium 0 Comments

Ratusan Talenta Muda Digital Lulus dari Apple Developer Academy di BSD City

BSD City
– Era digital yang serba mudah dan cepat ini membutuhkan sumber daya manusia yang potensial dan berkualitas. Hal ini digerakan oleh para anak muda Indonesia khususnya dalam pengembangan potensi bisnis dan kemajuan teknologi. Sinar Mas Land melalui BSD City memfasilitasi berbagai pengembangan potensi tersebut, khsusunya di Apple Developer Academy yang hari ini menggelar Apple Graduation yang kedua kalinya. Tahun ini, Apple Developer Academy melahirkan 194 wisudawan yang telah mengikuti program beasiswa selama sepuluh bulan dari April 2019 hingga Januari 2020.

Melalui program beasiswa ini, Apple Developer Academy berupaya mencetak lebih banyak sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kompetensi pengembangan aplikasi kelas dunia sehingga mampu mendorong perkembangan ekonomi digital nasional. Acara Apple Graduation tersebut turut dihadiri oleh Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro – Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional.

Ratusan Talenta Muda Digital Lulus dari Apple Developer Academy di BSD City dihadiri oleh Menteri Riset Teknologi Indonesia

Apple Developer Academy merupakan wadah pengembangan talenta digital yang dibangun oleh Apple Inc. dan didukung oleh Sinar Mas Land. Sekolah coding ini membekali para siswanya dengan tiga kemampuan utama yakni teknikal, bisnis dan desain. Apple Developer Academy memiliki visi untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang mampu mengembangkan aplikasi dan teknologi dalam memecahkan permasalahan sosial dengan basis operating system dari Apple. Program beasiswa penuh dari Apple Developer Academy diterima setiap tahun oleh ratusan siswa terpilih.

Ratusan Talenta Muda Digital Lulus dari Apple Developer Academy di BSD City

Kiri-Kanan: Andrew Shaw (Economic Counselor – US Embassy Jakarta) bersama dengan Carmelus Susilo (CSO Bina Nusantara), Ahmed Zaki Iskandar (Bupati Tangerang), Stephen Wahyu Santoso (Managing Director Binus University), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. (Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi RI), Gordon Shukwit (Apple Academy Worldwide Developer) dan Mirza Natadisastra (Manager Government Affair South-East Asia Apple) dalam acara peresmian Apple Graduation 2020 yang diselenggarakan oleh Apple Developer Academy.


Irawan Harahap – Project Leader Digital Hub Sinar Mas Land mengatakan, “Lulusan Apple Academy batch kedua ini diharapkan akan memperkaya Digital Hub yang sedang membangun ekosistem tech and digital. Talenta-talenta berkelas dunia inilah yang akan menjawab kebutuhan para pelaku industri digital ke depannya.”

Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang kompeten di bidang digital dan teknologi. Pertumbuhan industri ini didominasi oleh para anak muda, salah satunya melalui sekolah informal Apple Developer Academy BSD City. Mereka menghadirkan beragam inovasi yang sangat kreatif sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman. Para wisudawan Apple Developer Academy angkatan kedua ini diharapkan dapat menjadi pengembang aplikasi asal Indonesia yang memiliki standard global.

Ratusan Talenta Muda Digital Lulus dari Apple Developer Academy di BSD City

Kiri-Kanan: Dhony Rahajoe (Managing Director President Office Sinar Mas Land) bersama Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. (Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi RI) sedang meninjau Apple Developer Academy di BSD City.


Selama 10 bulan, Apple Developer Academy telah melakukan inkubasi atau pendalaman teknologi di BSD City. Tahap inkubasi ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi para wisudawan sehingga ilmunya bisa diaplikasikan langsung di masyarakat luas melalui teknologi.

Dalam Apple Graduation batch kedua ini, para perwakilan peserta menampilkan sejumlah aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyakat Indonesia. Aplikasi-aplikasi yang dipresentasikan di acara kelulusan Apple Developer Academy di batch kedua ini di antaranya adalah Qiroah, Teman Netra, Leastric, Hearo dan Canting.

Qiroah yang dipresentasikan oleh Khoirunnisa’ Rizki Noor Fatimah dan Ramadhani Dian Pratwi diciptakan untuk mendukung metode belajar membaca Al-Quran secara tatap muka (talaqqi), mendengarkan frasa dan melatih pengucapan ayat-ayat Al-Quran. Aplikasi ini akan memberi tanggapan dengan menggunakan teknologi Machine Learning. Aplikasi kedua adalah Teman Netra yang dipresentasikan oleh Savitri Nurhayati dan P. J. Bumi Gilang Sinawang. Aplikasi ini diciptakan untuk membantu warga Indonesia yang memiliki kesulitan penglihatan dengan memberikan bantuan untuk membaca teks pada surat, buku, brosur, label makanan, menu restoran hingga pembacaan nominal uang. Leastric dipresentasikan oleh Marilyn M. Y. D. Parhusip dan diciptakan untuk mengawasi penggunaan listrik yang kita pakai kapan saja dan di mana saja. Alat yang tersambung dengan aplikasi ini akan membantu kita dalam menghemat dan membantu lingkungan.

Ratusan Talenta Muda Digital Lulus dari Apple Developer Academy di BSD City Salah satu Lulusannya Membuat Aplikasi Qiroah

Aplikasi yang tidak kalah menarik adalah Hearo, yang dipresentasikan oleh Kamilia Latifah dan Aisyah Nur Shadrina dan diciptakan untuk membantu komunitas yang memiliki kesulitan pendengaran agar dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan mengubahnya menjadi sebuah teks. Aplikasi ini juga dapat menerjemahkan tawa dan juga tepuk tangan. Dimitrij Tijawi dan Indra Sumakarya mempresentasikan aplikasi bernama Canting yang diciptakan untuk memberikan pengalaman imersif dan nyata untuk menciptakan karya seni Batik. Pembuatan karya seni batik ini dilakukan dengan aplikasi Cantingmenggunakan Apple Pencil sebagai alatnya. Kemudahan yang dihadirkan aplikasi Canting sendiri membuatnya dapat digunakan oleh komunitas batik.

Ratusan Talenta Muda Digital Lulus dari Apple Developer Academy di BSD City Salah satu Lulusannya Membuat Aplikasi Canting

Melanjutkan kesuksesan Angkatan sebelumnya, Apple Developer Academy juga telah membuka pendaftaran dan melakukan seleksi (recruitment) terhadap lebih dari 2,000 pelamar dari berbagai provinsi di Indonesia. Seleksi ini berhasil menyaring 200 calon mahasiswa yang akan menerima beasiswa di batch ketiga yang akan dimulai pada Februari hingga Desember 2020.

Apple Developer Academy memperkaya ekosistem digital di BSD City. Apple Developer Academy di BSD City merupakan hasil dari kolaborasi lintas sektor antara Apple Inc. dengan Sinar Mas Land, dari sektor pengembang dan Binus University, dari sektor akademis. Akademi Apple ini merupakan yang ketiga di seluruh dunia, setelah Brazil dan Italia. Akademi ini bertujuan untuk menghasilkan world-class developers dari Indonesia yang mampu mengembangkan aplikasi berskala internasional serta berkontribusi terhadap nilai ekspor Indonesia. Akademi milik Apple pertama di benua Asia ini akan menampung ratusan pengembang aplikasi setiap tahunnya. Apple memilih Indonesia sebagai lokasi ketiga di dunia karena melihat potensi sumber daya manusia Indonesia yang sangat menjanjikan sebagai tech-entrepreneur, software engineer dan inovator digital.

Kehadiran Apple Developer Academy memperkaya ekosistem digital yang tengah dibangun oleh Sinar Mas Land di BSD City. Akademi ini berperan sebagai talent development untuk mencetak pengembang-pengembang aplikasi kelas dunia yang mengerti model bisnis digital serta memiliki jiwa entrepreneurship. Pesatnya pergerakan perusahaan IT dan Teknologi yang berpindah kantor ke BSD City, memunculkan kebutuhan akan talenta digital yang semakin tinggi. Oleh karena itu, keberadaan sarana edukasi digital seperti Apple Developer Academy akan menyokong kebutuhan talenta digital perusahaan-perusahaan teknologi dan IT yang berkantor di BSD City. Akademi ini menempati area seluas 1,562 meter persegi di kawasan BSD Green Office Park, tepatnya di gedung Green Office Park 9.

Sinar Mas Land saat ini tengah menggarap “Digital Hub” sebuah area yang ditujukan untuk Komunitas Digital mulai dari startup company, institusi pendidikan yang bergerak di bidang IT hingga perusahaan multinasional berbasis teknologi. Digital Hub memiliki area seluas 25,86 Ha dan terletak di bagian selatan Green Office Park, BSD City. Saat ini sejumlah perusaahan yang bergerak di bidang IT telah berkantor di kawasan Green Office Park seperti Grab Indonesia, BSD Innovation Lab, Huawei, Sales Stok, Ev Hive, Orami dan akan direlokasi ke kawasan Digital Hub ketika proyek tersebut telah selesai pembangunan. Sejumlah institusi pendidikan di bidang coding juga telah hadir di BSD City seperti Apple Developer Academy, Binar Academy, Techpolitan, dan Purwadhika. Keberadaan institusi tersebut berguna untuk men-supply para tenaga developers ke sejumlah perusahaan mulai dari skala multinational seperti Unilever hingga ke skala startup dan beragam tech company di kawasan ini. (*)

0 comments:

11 Cara Ini Bisa Ciptakan Kebahagiaan, Berhentilah Mengejarnya!

5:59:00 PM labollatorium 0 Comments

11 Cara Ini Bisa Ciptakan Kebahagiaan, Berhentilah Mengejarnya!

HAPPY 2020!
Semoga tahun 2020 ini kita semua bisa lebih bahagia ya... AMIIN...

YES! Postingan pertama di 2020 kali ini, saya pengen banget membahas tentang K-E-B-A-H-A-G-I-A-A-N. Kenapa? Karena semua orang pasti ingin menjalani hidup yang penuh dengan kebahagiaan dong... BETUL AJA atau BETUL BANGET? Bahkan nih ya, terkadang orang rela melakukan apa saja demi menjalani hidup bahagia dengan mengejar-ngejar kebahagiaan. Nggak cape gitu ngejar-ngejar melulu? Mihihi... Padahal mah ya, kebahagiaan itu bukan untuk dikejar melainkan untuk diciptakan loh!

Sebelum lebih jauh melangkah, coba deh kamu renungkan apa sebenarnya definisi kebahagiaan? Jangan kelamaan merenungnya ah... Hahaha...

Sejatinya, definisi kebahagiaan itu relatif dan akan berbeda-beda bagi setiap individu. Dikutip dari hasil riset para ilmuwan yang diungkapkan di Happify.com, konsep ‘bahagia’ merupakan kombinasi antara ‘kepuasan menjalani hidup’ dengan ‘perasaan tenang sehari-hari’. Berdasarkan hasil riset lainnya mengungkapkan bahwa meskipun definisi kebahagiaan itu berbeda-beda, sebenarnya sebagian besar yang menjadi faktor kebahagiaan itu berasal dari pikiran dan perilaku kita sendiri sedangkan sisanya adalah peranan dari faktor situasi dan kondisi yang berlaku.

So, kalo boleh ditarik kesimpulan dari penjelasan singkat diatas maka bahagia itu sebenarnya adalah perkara pikiran dan cara pandang terhadap hidup itu sendiri. Jadi rasanya kurang tepat deh ya jika selama ini kita menganggap bahwa kebahagiaan hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal dan membuat kita mati-matian demi mengejar kebahagiaan itu sehingga kita tidak menyadari bahwa kebahagiaan itu sebenarnya tidak datang dari mana-mana dan bukan dari apa-apa, tapi justru kebahagiaan itu datang dari dalam diri kita sendiri. Coba deh renungkan lagi...

"kebahagiaan itu sebenarnya tidak datang dari mana-mana dan bukan dari apa-apa, tapi justru kebahagiaan itu datang dari dalam diri kita sendiri"

Well, dalam hidup ini tidak bisa dipungkiri bahwa akan ada saat dimana kita harus rela merasakan sedih dan kecewa. This is real life, bro! Meskipun demikian, kita bisa tetap merasakan bahagia kok! Saya juga pengen liat kalian bahagia... Maka dari itu berdasarkan berbagai sumber yang saya baca dan dari bertahun-tahun saya mencoba menerapkan berbagai cara untuk menumbuhkan kebahagiaan dari dalam diri, pada postingan kali ini saya mau share 11 cara untuk menumbuhkan kebahagiaan agar hari-hari kita selalu dipenuhi kebahagiaan...

1. Masukkan kata ‘bahagia’ dalam kamus sehari-hari
Jika dalam hati mulai terbersit sebuah tanya “Apakah saya bahagia?” maka gantilah pertanyaan tersebut dengan hal-hal baik yang sudah kita dapatkan selama ini. Coba gunakan kalimat ini “Apakah saya sudah [masukkan hal-hal baik yang sudah kita dapatkan] selama hidup saya?”
- diberkati
- sehat
- sejahtera
- berkecukupan
- ceria
Dan jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mengingat-ingat semua anugerah yang sudah kita rasakan sampai dengan hari ini. Inti dari poin pertama ini sih sebenernya ya banyak-banyak bersyukur aja dengan apa yang sudah kita dapatkan. Semakin kita bersyukur dengan keadaan kita saat ini, kita pun bisa menjadi lebih bahagia. Ubah insecure jadi bersyukur!

2. Berlatihlah untuk hidup di momen saat ini
Ciptakanlah kebahagiaan dengan hidup dan menjalani momen saat ini saja tanpa perlu memusingkan masa lalu, ataupun tegang menghadapi masa depan. Meskipun nggak sedikit orang-orang di sekitar kita memengaruhi diri kita dengan mengungkit masa lalu atau mungkin memengaruhi kita dengan berbagai kengerian masa depan. Ketika pengaruh dari orang lain malah membuat diri kita menjadi gusar, kita harus eling dengan mengingat bahwa diri kita sangat perlu untuk bahagia dengan apa yang kita alami saat ini. Focus on present!

3. Jujurlah terhadap diri sendiri
Orang yang bahagia akan selalu jujur pada dirinya sendiri dan pastinya akan selalu jujur pada orang lain juga. Jangan mengikuti standar kebahagiaan orang lain dan jangan pula berpura-pura bahagia hanya demi dipandang sama dengan orang lain.

Berhentilah membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan orang lain. Meskipun mereka nampak lebih bahagia, kamu tidak pernah tahu jalan seperti apa yang telah mereka lalui. Tips dari saya sih, ya kurang-kurangin lah scroll ig (atau medsos apapun) terus kepoin kehidupan orang, apalagi kehidupan orang yang terlihatnya selalu bahagia di medsosnya. Udahlah kita mah jadi diri sendiri dan jujur aja sama diri sendiri dengan lebih menerima, mengakui, dan menjalani apa adanya. Syukuri keadaan kita dan ciptakanlah kebahagiaan diri kita sendiri melalui rasa syukur itu. Niscaya kita akan jauh lebih bahagia dari siapapun!

4. Ambil langkah kecil setiap hari
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa diam di tempat tidak akan pernah membawa kita kemana-mana. Ungkapan itu pun berlaku untuk menciptakan kebahagiaan. Jika kita ingin menciptakan kebahagiaan berdasarkan apa yang kita inginkan, maka kita harus memikirkan pula bagaimana caranya untuk menciptakan kebahagiaan tersebut.

"Great things are done by a series of small things brought together."
- Vincent van Gogh.

Mulailah dengan mengambil langkah kecil setiap hari. Misalnya, kebahagiaan kita adalah jika kita bisa liburan ke luar negeri (seperti orang-orang ceunah...). Untuk mencapainya, maka kita harus mempersiapkan biaya yang cukup. Namun dengan rutin menabung setiap bulan, maka kita sudah mulai melangkah menuju terciptanya kebahagiaan yang kita yakini. Tapi jangan lupa juga untuk nabung untuk hidup setelah pulang dari luar negeri ya... Jangan sampe pulang dari luar negeri, terus pulang ke Indonesia malah terancam bangkrut... Hahaha...

Ingat ini: menetapkan tujuan tidak realistis yang tidak pernah bisa diselesaikan jauh lebih mengecewakan jika dibandingkan dengan menetapkan tujuan kecil namun bisa kita selesaikan dan menjadikannya lebih berharga. Jadi ya kalau kata saya mah tidak usah terlalu muluk-muluk dan tidak usah terlalu keukeuh lah jadi orang mah...

5. Membantu orang lain
Cara termudah untuk menciptakan kebahagiaan adalah dengan cara membantu orang lain. Baik itu membantu orang dengan cara memberikan apa yang mereka butuhkan ataupun dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa membuat mereka merasa tidak senang. YA! Membantu orang lain (dengan cara baik apapun), itu artinya kita sudah membahagiakan mereka dengan cara meringankan bebannya. Coba deh kamu posisikan dirimu sebagai orang yang sedang membutuhkan bantuan, tentu kamu juga akan sangat senang jika bebanmu ada yang membantu meringankannya kan?

6. Pisahkan antara kebahagiaan dengan prestasi/ pencapaian
Teman-teman seumuran sudah menikah.
Teman-teman banyak yang liburan ke luar negeri.
Sementara kita? Kita masih belum bisa mengalami pencapaian tersebut.
Lantas apakah kita tidak bisa bahagia?

“Never sacrifice happiness for the sake of achievement. The real key to life is happily achieve.”
- Robin Sharma.

Kita semua perlu belajar untuk memisahkan kebahagiaan kita dengan prestasi atau pencapaian kita dan baca kembali juga poin nomor 3 yaitu: ‘Berhentilah membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan orang lain.’. Mencapai sebuah tujuan memanglah dapat memperkuat perasaan percaya diri dan memberi kita rasa pencapaian yang dalam, namun ketiadaan prestasi ataupun pencapaian seharusnya tidak berarti tidak adanya kebahagiaan. Betul tidak?

7. Jangan memaksakan diri untuk selalu bersikap positif sepanjang waktu
Kebahagiaan kita tergantung dari bagaimana sikap kita terhadap suatu hal. Namun, sikap marah, cemas, dan kecewa adalah manusiawi dan kerap kali kita alami. Meskipun kita disarankan untuk selalu bersikap positif, namun alangkah lebih baik jika kita bersikap positif saat benar-benar merasa positif saja, daripada memaksakan untuk bersikap positif saat merasa negatif! Kenapa? Karena tercapai atau tidaknya kebahagiaan kita nantinya pun bukan hanya ditentukan oleh sikap positif, namun juga ditentukan oleh perubahan positif apa yang kita lakukan di sepanjang jalan menuju terciptanya kebahagiaan yang kita harapkan.

Kurang afdol rasanya jika kita memaksakan diri untuk bersikap tidak marah, namun didalam hati kita menyimpan emosi yang berlarut-larut. Itulah sebabnya bersikap positif saat benar-benar merasa positif akan jauh lebih maksimal dalam menciptakan kebahagiaan.

8. Enyahkan hal-hal yang mencegah terciptanya kebahagiaan
Mengenyahkan hal-hal yang mencegah terciptanya kebahagiaan sebenarnya jauh lebih penting sebelum menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Misalnya jika kita berada dalam situasi yang kurang nyaman, tidak ada salahnya untuk menghindari atau bahkan meninggalkan situasi tersebut.

Contoh lainnya, jika kita sedang dalam keadaan marah, tenangkanlah diri agar emosi tidak merembet dan malah menghapuskan kebahagiaan kita bahkan lebih buruknya adalah kemarahan kita malah akan merusak kebahagiaan orang lain di sekitar kita. Hilangkan juga pikiran-pikiran negatif dan perbanyak juga senyum agar hari-hari kita menjadi lebih bahagia.

9. ‘Be okay with okay’
Kebanyakan dari kita seringnya merasa bahwa kita harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, sehingga timbul kecemasan dalam diri kita yang menyebabkan sesuatu yang sebenarnya ‘baik saja’ menjadi tidak cukup baik di mata kita. Jika kita ingin menciptakan kebahagiaan, nggak ada salahnya mencoba untuk terapkan strategi ‘Be okay with okay’ lho! Artinya kita harus mulai mencoba belajar baik-baik saja dengan yang ‘baik saja’. Bingung nggak? Hahaha... Well, dengan sikap terbuka seperti ini akan memberikan kesempatan kepada sesuatu untuk menjadi yang terbaik dan mengurangi kecemasan kita untuk berharap bahwa yang terbaik harus menjadi milik kita.

Kalau saya pribadi, saya menerapkan ‘Be okay with okay’ ini bukan hanya kepada diri sendiri, tapi juga kepada orang lain. Singkat kata, saya tidak ingin terlalu menekankan kepada orang untuk menjadi yang terbaik. Karena, orang bisa menjadi cemas dengan tekanan seperti ini yang pada akhirnya kita lah yang membuat hidup orang lain menjadi tidak bahagia. Mungkin kamu juga bisa malakukan hal yang sama :)

10. Keluarlah dari zona nyaman
Keluar dari zona nyaman itu artinya kita akan melakukan hal yang diluar kebiasaan. Awalnya mungkin kita akan merasa cemas dan takut. Namun kita akan tetap melakukannya karena kita tahu ini bermanfaat dan setelahnya kita akan merasakan kelegaan dan rasa harga diri yang besar karena telah keluar dari zona nyaman yang sebelumnya merupakan hal yang sangat kita takutkan. Setelah kita melakukan hal-hal baru dan setelah kita sadar sudah berhasil menaklukkan rasa takut, maka kita bukan hanya akan merasa lebih bahagia, namun kita akan merasa menjadi manusia yang lebih kuat.

Jika selama ini kamu lebih fokus untuk mengejar kebahagiaan, maka kamu akan melakukan hal-hal yang mungkin sebenarnya tidak ingin kamu lakukan. Coba deh keluar dari zona nyaman dengan melakukan hal yang benar-benar ingin kamu lakukan agar hidupmu lebih berbahagia dan bersemangat!

11. Boleh berharap tapi jangan terlalu tinggi berekspektasi
Dalam hidup ini, kita pasti tidak bisa melepaskan diri dari keinginan dan harapan untuk merasakan kebahagiaan. Namun jangan biarkan keinginan dan harapan tersebut menjelma menjadi gambaran-gambaran yang tidak realistis dan membuat kita jadi ‘halu’ yang pada akhirnya justru malah akan menjerumuskan kita pada ketidakbahagiaan ya...

Bukan berarti kita tidak boleh berharap dan menghapuskan ekspektasi, namun sebaiknya kita belajar untuk bisa mengatur dan menyeimbangkan antara ekspektasi dengan harapan dan pemikiran logis agar kita tidak menjadi terpuruk dan berujung dengan sirnanya rasa bahagia. Gantungkan harapanmu hanya kepada Tuhan YME, karena hanya DIA-lah YANG MAHA segala-galanya dan percayalah bahwa Tuhan takkan pernah membuat umat-NYA kecewa. Gitu.

So, setelah baca postingan ini apakah kamu masih lebih memilih untuk mengejar kebahagiaan atau lebih memilih untuk menumbuhkan kebahagiaan itu dari dalam dirimu? Kamu pasti bisa asal kamu mau mencoba, mungkin dengan cara versimu sendiri! Karena selain 11 cara pada postingan ini, masih banyak cara lainnya untuk menciptakan kebahagiaan. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa kepada Tuhan YME, karena hanya dengan ridha dan izin-NYA pula lah kebahagiaan itu bisa kamu rasakan.

Semoga postingan ini bermanfaat :)

-

Tulisan ini didukung berbagai sumber:
http://thehowofhappiness.com/
https://projecthappiness.com/science-of-happiness/
http://www.happify.com/hd/what-is-happiness-anyway/

https://tinybuddha.com/blog

0 comments: