Desember

11:51:00 PM no la 3 Comments

Saya sudah mengabaikan blog ini semenjak hari-hari saya selama kurang lebih satu bulan kebelakang ini diisi dengan kegiatan merangkai 26 aksara menjadi berjuta-juta kata. Sebut saja saya sibuk. Kegiatan sehari-hari saya: bangun tidur - nulis - jatuh cinta - patah hati - tidur - bangun tidur lagi - nulis lagi - jatuh cinta lagi - patah hati lagi - tidur lagi - repeat..........begitu aja terus sampe kecoa terbang udah nggak bisa terbang lagi. Ehh, jangan dong, bagian patah hati nya kalo bisa mah delete aja yak! Hahahahacapekhahahaha!

'Sibuk' memang sering dijadikan alasan. Padahal selalu ada waktu jika kita menyempatkan. Kadang disebut sok sibuk, nggak enak juga sih. Saya mau yang enak aja deh, makanya di penghujung bulan Desember ini, saya mencoba untuk tidak menjadi golongan manusia yang menjadikan kata 'sibuk' sebagai alasan. Di malam Jumat, 31 Desember 2105 - menjelang pergantian tahun menuju tahun 2016 ini, saya membuat sebuah postingan dengan tema Album Minggu dengan judul postingan 'Desember'.

Sebelum saya obral aksara lebih banyak, jingle-nya dulu dong, Sayang!
♪Album minggu.. Album minggu..
Album minggu.. 
Album mingguuuu kitaaaaaaaaa..♪ 
Terima kasih, Baby!

Jadi gini. Kalau saya amati, perasaan hampir semua nama bulan pernah dijadiin judul lagu. Bener nggak? Saking semua nama bulan udah pernah di jadiin judul lagu, Doel Sumbang pun bikin lagu dengan judul 'Kalau Bulan Bisa Ngomong'. Fenomena ini lah yang menjadi alasan saya untuk memberi judul 'Desember' pada postingan kali ini. Ya, saya terinspirasi oleh para musisi yang doyan bikin lagu dengan nama-nama bulan. 

Dari begitu banyak lagu yang menggunakan judul bulan ke 12 alias 'Desember', saya kepatil dengan lagu berjudul 'Desember' dari Efek Rumah Kaca. Berikut ini videonya, enjoy!

Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi. Dibalik awan hitam. Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini. Menanti seperti pelangi setia menunggu hujan reda. Aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember, di bulan Desember. Sampai nanti ketika hujan tak lagi meneteskan duka meretas luka. Sampai hujan memulihkan luka.

Lagu ini adem, seadem udara sehabis hujan di bulan Desember. Lagu ini juga menyiratkan sebuah harap, seharap hati saya sehabis hujan di bulan Desember. Dan lagu ini juga selalu saya dengerin, sehabis hujan di bulan Desember. Naon sih ahh! Hahaha..

Kenapa bulan ke 12 di kalender Masehi bernama 'Desember'?

Jadi ceritanya, once upon a time di negeri antah berantah, hiduplah seorang Dewa yang tampan dan gagah perkasa. Sebut saja nama Dewa itu, 'Mahmud'. Nah Dewa Mahmud ini mempunyai 12 orang Dewi alias istri. Pada suatu hari di bulan ke 12, negeri antah berantah yang dipimpin oleh Dewa Mahmud diserang hujan badai hebat, bahkan hujan badai ini sanggup membuat genteng istana kediaman Dewa Mahmud pun bocor, sampai-sampai air hujan masuk ke dalam istana. Pada saat itu, dari ke-12 Dewi, 5 orang Dewi sedang arisan penggorengan di negara lain, 2 Dewi lainnya sedang pilates, 3 Dewi lainnya lagi sedang nyalon dan perawatan, sementara 1 orang Dewi lainnya sedang sulam alis. Dan tersisa lah 1 orang Dewi yang parasnya paling cantik dan rupawan dibandingkan ke-11 Dewi lainnya, namun agak malas bepergian dan malas mengurus rumah karena hobinya adalah bermain game Candy Crush, sebut saja nama Dewi itu 'Desi'. Dewa Mahmud semakin kelabakan menghadapi genteng bocor, karena 11 orang Dewi lainnya sedang sibuk, dan 30 orang asisten rumah tangga di kerajaannya sedang outbound di Lembang, maka satu-satunya Dewi yang bisa dimintai bantuan adalah Dewi Desi. *ini sebenernya jaman dewa dewi apa jaman apaan ya* Dewa Mahmud geram, karena Dewi Desi seolah tidak mau tau dengan kejadian genteng bocor ini. Awalnya Dewa Mahmud memanggil Dewi Desi dengan penuh kelembutan, "Deessii cintakuuuu, ambilin ember dong sayaaang, kakanda repot nih ngurus istana bocor sendiriaaan..". Namun panggilan tersebut diabaikan oleh Dewi Desi. Sekali lagi Dewa Mahmud memanggi Dewi Desi dengan nada yang sudah meningkat dua setengah oktaf dengan tempo 3/4 dimainkan pada ketukan ke-4, "Deeeessss, lagi apa siiiih, bantuin kakanda dong ambilin embeeeer..!". Dewi Desi pun masih tidak bergeming. Sambil mengelus dada Dewa Mahmud yang bidang, sekali lagi, dengan kekuatan bulan, Dewa Mahmud pun meminta Dewi Desi untuk membantunya:
"Deeeeeeeeesssssss!!!! 
Embeeeeeeeerrrrrrrr!!!!"
Setelah teriakan Dewa Mahmud yang terdengar sampai ke lubang semut ini lah, Dewi Desi baru datang, dan membawa sebuah...........GAYUNG!
"OHH MY GOD!!!!"
Dewa Mahmud pun hanya bisa tersenyum hampa melihat kelakuan istrinya tersebut, seraya berkata "Deess..Embeerr! Deeeesss! Bukan Gayung!", dan sekali lagi dengan suara parau Dewa Mahmud berkata "Deess..Embeerr!. Nah, sejak saat itu lah, bulan ke 12 yang memang selalu diterpa hujan badai ini dikenal dengan sebutan 'DesEmber'. Sekian cerita fiktif karangan saya kali ini. Selamat menyesal sudah membacanya ya! Hahahaha.. Oh iya, nama 'Mahmud' dan 'Desi' juga fiktif loh ya.. Namanya juga cerita fiktif.. Heu..

Well, memang postingan saya kali ini sangat nggak bermutu, banyak nggak nyambungnya, dan sangat nggak mencerminkan jati diri saya sebagai orang yang pekerjaan sehari-harinya menulis. Posting Album Minggu di malam Jumat lah. Cerita sejarah fiktif nama bulan 'Desember' lah. Saya yakin kalian pasti nggak ngerti postingan ini. Nggak apa-apa kok. Nggak semua hal tentang saya dan segala hal yang saya tuliskan harus kalian mengerti. Kalo kata Peterpan di lagunya yang berjudul 'Cobalah Mengerti' mah ya: “Dan kamu, hanya perlu terima, tak harus memahami, tak harus berfikir, aku bernafas untukmu, jadi tetaplah di sini dan mulai menerimaku~” Syedap!

Ya udah sih, nggak usah dipikirin amat ke-absurd-an postingan ini mah! Hidup ini tuh udah kebanyakan masalah, pikirin aja lah masalah kamu sendiri ya darling! Blog ini sarana untuk saya nulis sesuka hati supaya saya bisa ngelupain masalah saya yang udah lewat dan supaya saya nggak usah menangisi masalah-masalah saya. Meskipun tulisan nggak nyambung, tapi seenggaknya saya bisa ketawa bhahahaha atau wkwkwkwk atau qiqiqiqiqiqiq atau ngihihihihi atau dus teng terengteng derestak tak tak tak tak tak ingin ku di akhiri, bila kau memulakan dengan perasaan~

Pokonya, pesan moralnya adalah kalau ada orang yang minta tolong ya ditolongin lah. Terus, kalo ada yang minta ember, jangan dikasih gayung. Ngerti lah ya, kan udah dewasa. Yoi ga! Hahaha~

Ahhh, ya udah atuh yah. Besok udah Januari, udah taun 2016. Semoga di taun 2016, kita semakin kece lahir batin dunia akhirat, dan lebih baik segala-galanya. Dan semoga ada yang menerangi sisi gelap ini, menanti seperti pelangi setia menunggu hujan reda. Amiin.

Segini dulu postingan dari saya.

HAPPY NEW YEAR, HAVE A VICTORIUS YEAR!

Mwachk! *kecupmanislengketbasah*

3 comments: